• image
  • image
  • image
  • image

 

TERM OF REFERENCE (TOR)

HUMANITAS; JURNAL KAJIAN & PENDIDIKAN HAM

VOL VII, NO. 1 JUNI 2016

_____________________


Latar Belakang

Ketentuan  Pasal  5  ayat  (3)  UU  No.  39  Tahun  1999  tentang  HAM menegaskan  bahwa  setiap  orang  yang  termasuk  kelompok  masyarakat  yang rentan berhak memperoleh perlakuan dan perlindungan lebih berkenaan dengan kekhususannya.  Penjelasan  ketentuan  ini  menyatakan,  yang  dimaksud  dengan  "kelompok masyarakat yang rentan" antara lain adalah orang lanjut usia, anak anak, fakir miskin, wanita hamil, dan penyandang cacat.Ketentuan ini.

Melalui  ketentuan  ini  semakin  jelas  bahwa  kelompok  rentan  memiliki kedudukan  yang  jelas  dalam  HAM.  Kerentanan  atas  berbagai  pelanggaran  HAM  bagi kelompok  rentan  meniscayakan  negara  untuk  memberikan  perlindungan  dan pemenuhan HAM secara maksimal. Ruang pelanggaran HAM kepada kelompok rentan sangat  dimungkinkan  terjadi  karena  bukan  saja  persepsi  yang  acapkali  salah memandang mereka, tetapi juga tidak jarang kebijakan negara mengabaikan eksistensi kelompok  rentan.  Minimnya  partisipasi  kelompok  rentan  dalam  proses  pengambilan kebijakan negara  sesungguhnya terjadi  karena  kuatnya  daya dukung pola diskriminatif terhadap kelompok rentan. Terkendalanya akses pada pendidikan, kesehatan, informasidan  keadilan  membuat  kelompok  rentan  menjadi  semakin  berada  dalam  posisi  yang marjinal

Hadirnya Perpres  No.  75  Tahun  2015  tentang  Rencana  Aksi  Nasional  HAM Tahun 2015-2019 memperkuat arah dan kebijakan HAM Pemerintah Indonesia  dalam melindungi kelompok rentan. Ketentuan ini menegaskan sebagai berikut:

Pasal-Pasal tersebut bermakna bahwa penghormatan,  pelindungan,  pemenuhan, penegakan, dan pemajuan Hak Asasi Manusia oleh Pemerintah harus dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat di Indonesia. Termasuk perlakuan dan pelindungan khusus bagi kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, kelompok lanjut usia, fakir miskin, perempuan,  anak,  pengungsi,  masyarakat  adat,  dan  pekerja  migran.  Tanggung  jawab pemerintah  di  bidang  Hak  Asasi  Manusia  dilaksanakan  tanpa  memandang  pembedaan manusia  atas  dasar  agama,  suku,  ras,  etnis,  kelompok,  golongan,  status  sosial,  status ekonomi,  jenis  kelamin,  bahasa,  dan  keyakinan  politik  tertentu  dalam  mewujudkan keadilan dan kesejahteraan bagi masyarakat.

Kini, satu tahun telah berjalan pemerintahan di bawah Presiden RI Joko Widodo  dan  Wapres  Jusuf  Kalla.  Bagaimana  dan  sejauhmana  implementasi perlindungan  dan  pemenuhan  HAM  yang  menjadi  kewajiban  negara  mampu memberikan  penguatan  bagi  arah  dan  masa  depan  pembangunan  nasional Indonesia,  khususnya  bagi  kelompok  rentan,  menjadi  isu  penting  yang  akan dibentangkan dalam jurnal ilmiah HUMANITAS edisi Vol. VII No. 1 Tahun 2016.

 

Pusham Unimed mengundang saudara saudari untuk turut berkontribusi menyumbangkan karya ilmiahnya dalam bentuk jurnal ilmiah HUMANITAS edisi Vol. VII No. 1 Tahun 2016 Pusham Unimed dengan “Aksi HAM terhadap kelompok rentan.” Informasi selengkapnya silahkan unduh ToR dan panduan penulisan dibawah ini.


  1. Term of Reference (ToR) Humanitas; Jurnal Kajian & Pendidikan HAM
  2. Panduan Penulisan