• image
  • image
  • image
  • image

Pusham.unimed.ac.id- Mahasiswa Reguler A 2015  Jurusan PPKn Unimed melakukan kegiatan belajar bersama Ahmad Faury seorang penyandang disabilitas yang berkerja sebagai dosen di Universitas Islam Sumatera Utara. Dosen pengampu mata kuliah Pendidikan Hak Asasi Manusia (HAM), Majda El Muhtaj, sengaja mendatangkan Ahmad Faury guna mengisi jam pembelajaran Pendidikan HAM. Pembelajaran yang berfokus pada HAM bagi penyandang desabilitas tersebut berlangsung di kelas 36.12 jurusan PPKn Unimed pada Rabu (19/4) pukul 12.00 WIB sampai dengan selesai.

Ahmad Faury mengatakan partisipasi masyarakat serta tanggung jawab dan kewajiban pemerintah mengenai pemenuhan HAM terhadap penyandang disabilitas masih kurang dapat dirasakan secara optimal. Mengingat UU No. 4 Tahun 1997 tentang Penyandang Cacat  pada Pasal 6 telah diuraikan secara jelas hak-hak penyandang cacat. Salah satu diantaranya yaitu pada ayat (3), yang berbunyi ‘’setiap penyandang cacat berhak memeperoleh perlakuan yang sama untuk berperan dalam pembangunan dan menikmati hasil-hasilnya tidak  berjalan sebagaimana mestinya.’’

Kaum disabilitas kerap kali mendapatkan perlakuan yang tidak adil dengan orang yang memiliki kesempurnaan pada fisiknya, seperti dalam hal mendapatkan pekerjaan, penghidupan yang layak, dan pendidikan. Kebanyakan kaum penyandang disabilitas bekerja sebagai pengemis dan hidup dalam keadaan yang memperihatinkan. ‘’Terkadang saya berpikir, apakah saya tidak sehat, sehingga saya disebut tidak sehat/’’ Tegas Fauri.

Faury juga mengatakan, penyandang disabilitas merasa terdiskriminasi dengan adanya Pasal 34 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945 yang menyebutkan bahwa “Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.’’ Hal ini menjadi kontra bagi kaum disabilitas, mengapa mereka fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara sedangkan kaum difabel tidak? Kami menginginkan adanya perubahan atas ketentuan tersebut.

Kata Majda, Tujuan dari perkuliahan tersebut Pertama, untuk memperdalam konsep hak asasi manusia serta pelaksanaan HAM di Indonesia saat ini khususnya bagi penyandang disabilitas. Kedua, memotivasi mahasiswa untuk terus belajar dan berkarya guna menjadi manusia yang pandai bersyukur dalam menjalani lika-liku kehidupan, seperti Faury, penyandang disabilitas yang sekarang sungguh-sungguh hati berjuang keras mengejar dan mengukir prestasi. (ens)